Rental Lift Barang Surabaya

๐Ÿ“ฆ Penjelasan Rinci Alat Lift Barang (Goods Lift / Material Hoist)

Lift Barang adalah sistem transportasi vertikal yang dirancang khusus untuk mengangkat dan menurunkan material, peralatan, atau barang dari satu lantai ke lantai lain. Berbeda dengan lift penumpang, prioritas utama lift barang adalah kekuatan angkat, daya tahan, dan keamanan material, bukan kenyamanan atau kecepatan.

1. Fungsi Utama

Fungsi utama Lift Barang adalah:

  • Efisiensi Logistik: Memindahkan material berat (misalnya semen, baja, keramik, produk jadi) secara vertikal di dalam gudang, pabrik, atau lokasi proyek konstruksi.
  • Keamanan: Mengurangi risiko cedera yang disebabkan oleh pengangkatan manual material berat.
  • Kontinuitas Operasi: Memastikan aliran material yang stabil dan cepat antara tingkat bangunan.

2. Komponen Utama dan Cara Kerja

Meskipun terdapat berbagai jenis, lift barang mekanis memiliki komponen inti berikut:

KomponenFungsi
1. Kandang/Platform (Car/Cage)Struktur tempat barang diletakkan. Dindingnya kuat (biasanya dari baja atau jaring) dan lantainya tahan benturan. Untuk konstruksi, sering berbentuk kerangka terbuka.
2. Mesin Penggerak (Hoisting Machine)Motor listrik, gearbox, dan drum penggulung kabel baja (atau hidrolik). Inilah yang menghasilkan tenaga untuk mengangkat dan menurunkan beban.
3. Rel Pemandu (Guide Rail)Jalur baja yang dipasang secara vertikal di sepanjang sisi sumur lift. Fungsinya adalah memandu pergerakan kandang agar tetap stabil dan lurus.
4. Kabel Baja (Wire Rope) / Silinder HidrolikMedia pengangkat utama. Kabel baja digunakan pada lift traksi (elektrik), sementara silinder dan pompa oli digunakan pada lift hidrolik.
5. Sistem PintuPintu kandang dan pintu landing (di setiap lantai). Wajib dilengkapi interlock keamanan agar lift tidak dapat bergerak jika pintu terbuka.
6. Panel KontrolTombol panggilan dan tombol operasi (Naik/Turun) yang terdapat di dalam kandang dan di setiap lantai.

3. Klasifikasi Lift Barang

Lift Barang dapat diklasifikasikan berdasarkan mekanisme penggerak dan penerapannya:

A. Berdasarkan Mekanisme Penggerak

  1. Lift Traksi/Elektrik (Traction Lift):
    • Menggunakan motor dan kabel baja (seperti lift penumpang).
    • Cocok untuk bangunan tinggi dan kecepatan angkat yang lebih cepat.
  2. Lift Hidrolik (Hydraulic Lift):
    • Menggunakan pompa oli dan silinder untuk mendorong atau menarik lift dari bawah.
    • Cocok untuk beban sangat berat, bangunan rendah hingga sedang, dan instalasi yang mudah.
  3. Lift Rak dan Pinion (Rack and Pinion Hoist):
    • Terutama digunakan pada proyek konstruksi (Building Hoist).
    • Mesin penggerak (pinion) berjalan di sepanjang gigi rel (rack) yang dipasang pada tiang utama.
    • Sangat kokoh dan mudah dipasang/dibongkar.

B. Berdasarkan Aplikasi

  • Industrial Goods Lift: Dipasang permanen di dalam pabrik atau gudang.
  • Construction Hoist (Material Hoist): Lift sementara yang dipasang di luar bangunan yang sedang dibangun, umumnya menggunakan sistem Rack and Pinion.
  • Dumbwaiter: Lift barang berkapasitas sangat kecil, biasa digunakan di restoran atau rumah sakit untuk mengangkut makanan atau dokumen.

4. Aspek Keamanan Penting

Keamanan adalah prioritas utama. Lift barang harus dilengkapi:

  • Safety Gear (Rem Pengaman): Mekanisme yang menjepit rel pemandu untuk menghentikan kandang jika kecepatan jatuh melebihi batas yang ditentukan (terutama pada Traction Lift).
  • Limit Switch: Sensor yang memastikan lift berhenti tepat di lantai tujuan dan tidak bergerak melewati batas atas atau bawah.
  • Load Sensor: Mencegah lift beroperasi jika beban melebihi kapasitas yang diizinkan.

๐Ÿ“ž Informasi Kontak

Nomor yang Anda berikan, 085194548415

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *